You are here: SISTEM PENDIDIKAN DI NEW ZEALAND: SMA

Kiat dan Info Penting Sekolah di Newzealand

Baca dulu secara teliti sebelum anda pergi agar tidak menyesal di kemudian hari !

SISTEM PENDIDIKAN DI NEW ZEALAND: SMA

Cetak PDF
Penilaian User: / 5
TerburukTerbaik 

Bagaimana dengan SMA di New Zealand? Bagaimana sistem pendidikan SMA di New Zealand berbeda dengan di Indonesia?

SMA yang disini disebut secondary school (year 9 – 13) sering diberi nama sebagai college atau high school sebagai contoh nama sekolah Riccarton High School di Christchurch atau Macleans College di Auckland. Sama dengan primary school masa sekolah dibagi menjadi 4 terms dimulai dari akhir Januari atau awal Februari. Tetapi biasanya masa sekolahnya berakhir lebih cepat daripada primary school. Waktu sekolah setiap harinya juga sedikit lebih lama dari primary school[1].

Murid-murid setiap harinya mengikuti jadwal pelajaran tertentu yang berbeda-beda setiap harinya. Setiap hari mereka masuk ke kelas yang diasuh oleh seorang wali kelas untuk diabsensi lalu mereka menyebar ke bermacam-macam kelas tergantung jadwal pelajaran masing-masing. Setiap pelajaran diajar oleh guru yang berbeda. Rasio guru murid juga sekitar 1:20an.

Untuk murid-murid di kelas 9 dan 10 ada pelajaran inti seperti English, maths, science dan physical education. Selain itu murid diminta memilih dari serangkaian pelajaran yang disediakan sekolah diantaranya technology, arts dan languages selain English. Biasanya dipertengahan kelas 10 murid diminta untuk memilih pelajaran-pelajaran yang akan diambil di kelas11 sesuai minatnya. Pelajaran science masih wajib diambil sampai kelas 11 sedangkan pelajaran English dan maths wajib dipelajari sampai kelas 12. Untuk pelajaran English dan maths anak dimasukkan ke dalam kelas yang sesuai dengan kemampuannya. Jadi bisa saja dua anak sama-sama di kelas 11 tetapi kelas English dan maths-nya di kelas yang berbeda karena kemampuan kedua anak ini berbeda. Mulai di kelas 11 sampai 13 murid-murid mengikuti NCEA (National Certificate of Educational Achievement) di level 1 (kelas 11), level 2 (kelas 12), level 3 (kelas 13) dan mengikuti ujian akhir untuk setiap level di akhir tahun. Namun setiap murid juga dinilai proses belajarnya selama satu tahun ajaran di masing-masing level oleh guru masing-masing melalui tes, project atau internal exams[2]. Untuk lebih jelasnya mengenai NCEA baca:

http://www.minedu.govt.nz/Parents/YourTeen/ProgressAndAchievement/UnderstandingNCEA.aspx

Sekolah di secondary school sangat berbeda iklimnya dengan primary school. Walaupun cara mengajar masih sangat student-centred tetapi di secondary school sudah jauh lebih serius, dalam arti kata jauh lebih banyak PR (pekerjaan rumah), tugas dan project yang harus diselesaikan dibanding di primary school. Sekolah-sekolah ini dengan serius menyiapkan murid-muridnya untuk siap masuk universitas/institut atau masuk sekolah kejuruan (trade school). Misalnya untuk murid-murid yang mengambil mata pelajaran art design di secondary school mereka menghasilkan portfolio yang berisi desain-desain yang dibuat murid tersebut yang diuji di NCEA yang kemudian bisa dipakai untuk mendaftarkan diri kuliah di jurusan art design di universitas.

Apakah ada sekolah favorit? Sama dengan primary school sebenarnya tidak ada sekolah favorit, walaupun sebagian migran menganggap sekolah-sekolah tertentu itu lebih bagus daripada yang lainnya (baca: sistem pendidikan di New Zealand: SD-SMP tentang decile rating). Untuk mengetahui bagaimana prestasi murid-murid di sekolah berdasarkan hasil NCEA bisa dilihat dari laporan ERO (http://www.ero.govt.nz/Early-Childhood-School-Reports) masing-masing sekolah. ERO selalu menjaga agar mutu sekolah di New Zealand selalu tinggi dengan cara melakukan pemeriksaan setiap tiga tahun sekali dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan-perbaikan yang diperlukan.

NZ Mutual Business, konsultan pendidikan



[1] Ada sekolah-sekolah yang dimulai jam 9 pagi sampai jam 3.30 siang atau dimulai jam 8.40 sampai 3.20 siang.

[2] Khusus untuk pelajaran art untuk menjaga kesetaraan penilaian secara nasional maka setiap tahunnya guru akan memilih beberapa hasil karya, misal untuk suatu project atau tugas, dari beberapa muridnya yang sudah dinilai oleh guru tersebut untuk kemudian dikirim ke Wellington (NZQA) untuk diverifikasi. Dari verifikasi ini maka guru akan tahu apakah penilaiannya sudah sesuai dengan standard nasional. Untuk pelajaran-pelajaran lainnya NZQA mempunyai panduan dan pedoman yang diikuti oleh sekolah agar penilaian terhadap murid diberikan seobyektif mungkin.